Ini kisah haru yg sy temui pada hari Sabtu, 20 Agustus 2011 di salah satu rumah sakit swasta terbesar di Jogja. Sebenarnya hari itu juga sy ingin menulis, tp kondisi tubuh sy tidak memungkinkan...alias tepar, hehe. Dan hari ini Alhamdulillah sudah sangat membaik, dan mari menulis...aza aza fighting!

Kemudian mata sy tertuju pada seorang anak yg menderita "Hydrocepalus" yg sedang tertidur di pangkuan ibunya yg tepat duduk di belakang bangku sy. Astagfirulloh, ibu sy langsung memegang tangan sy...dan berbisik "Astagfirulloh dek, kasian". Kepala si anak membesar dan sangat besar, entah berapa diameternya...yg jelas sangat besar, kemudian pertumbuhan gigi dan saluran pencernaannya tidak sempurna, serta gerak motorik nya pun tidak sempurna..tp tinggi badannya bertumbuh.
Dalam kondisi kepala pusing dan suhu tubuh meningkat, inginnya sy tertidur di bangku sambil menunggu antrian ketemu dokter. Tp ternyata sy tidak cukup mampu menahan rasa ingin tahu tentang kondisi anak itu. Akhirnya sy berinisiatif membuka obrolan dg si ibu...sy membuka obrolan dg menanyakan usia anaknya. Dan si ibu menjawab 10th. Suaminya sudah meninggal sejak anaknya berusia 5th, si ibu merawat anak laki-lakinya seorang diri. Anaknya yg 10th tidak tumbuh normal seperti anak 10th pada umumnya. Anaknya tidak bisa makan nasi, dia hanya makan bubur dan minum dg bantuan botol (dot). Dia tidak bisa berdiri, berjalan, bahkan berlari seperti anak 10th lainnya. Dia hanya bisa berbaring, bahkan sy melihat si ibu mengganti "pempers" untuknya. Dan mirisnya lagi, si ibu juga tidak dalam kondisi fisik yg sempurna...mata sebelah kirinya seperti ada benjolan sehingga penglihatannya kurang sempurna. Si ibu dg penuh kesabaran merawat anak semata wayangnya. Bayangkan saja, rumahnya di sekitar Jl. Parangtritis...dan hrs 2 kali naik bus, seorang diri pula. Si ibu harus menggendong anaknya dan sy ga sanggup membayangkan betapa beratnya, tp sy yakin bahwa kekuatan kasih sayang seorang ibu mampu mengalahkan ribuan ton.
Terima kasih ya Alloh untuk hari itu, untuk ijinmu mempertemukanku dg mereka. Tak tampak sedikit pun lelah di wajah si ibu dan tak terdengar rintihan keluh kesahnya, bahkan si ibu terus menghibur anaknya seperti layaknya seorang ibu menghibur bayi kecilnya. Dan ketika pandangan orang-orang tertuju padanya, ia masih bisa tersenyum....terseyum untuk dirinya sendiri dan anaknya, itu yg sy cermati.
Banyak hal kemudian sy bisa belajar dr pertemuan itu, semakin mengingatkan sy betapa Alloh telah mengatur kehidupan ini dengan cara-NYA yg sempurna. Alloh menciptakan seorang wanita yg dalam darahnya mengalir kodrat seorang ibu. Alloh memberikan signal kehidupan dalam rahim seorang ibu, dan memberikan kekuatan serta perlindungan-NYA selama 9 bulan...Subhanalloh. Anak adalah "amanah" dr penguasa kehidupan...dia lahir ke dunia dg istimewa, dan tak ada satu pembenaran yg meragukan nya. Bahwa amanah itu sekiranya ditunaikan, dengan kapasitas kita sebagai manusia dan tentu saja dengan pertolongan Yang Maha Kuasa.
Dan sesungguhnya, ibu adalah dokter terbaik untuk anaknya...ini menurut sy, karna sy tenang ketika berada di dekatnya...pelukannya tak pernah berubah dimakan waktu, dan kehangatannya tak pernah redup seiring bertambahnya usiaku. Dan special untuk semua ibu di seluruh dunia.....terimakasih telah menjadi ibu yg luar biasa untuk anak-anakmu, peluk dan cium untukmu mom....give ur smile to the world
Tidak ada komentar:
Posting Komentar