Minggu, 25 Desember 2011

"Begitulah...."

Karena dia bukan aku...
Karena dia adalah dia...
Berjalan tanpa henti tiada singgah walaupun sejenak
Berlalu dan terus berlalu bermain-main dengan waktu
Diam, marah dan terseyum pun adalah dia
Sudahpun melewati beberapa persimpangan lantas dia kembali
Melenggang dengan caranya
Dengan pembenaran atas hatinya
Menggenggam kemudian menguraikannya
Menarik kemudian melepaskan....satu ruang dimana hati membawa langkahnya kembali
Tanyakan pada siapa....entah tak ada jawabnya
Hanya diam dan sebatas diam
Lalu menatapnya....tergambar sebuah cerita dari matanya
Merasakan getir yang sudah tak mampu dia jabarkan
Begitulah kemudian ku mengerti tentang hatinya

(note: setiap orang itu uniq, dengan caranya masing2 mereka berjalan, bertindak, dan bertahan, inilah penciptaan Tuhan yang terlahir sebagai anak Adam dan Hawa)





 


2 komentar:

  1. terimakasih pk produser,,, tulisan jd keren itu klo saiya lagi sadar...hihihihi

    BalasHapus