“Hati tak boleh dibiarkan sendiri, dia akan terus mencari
bahagia”
Satu kutipan kalimat dr buku “Three Wedding and Jane Asutin”
yg sangat kusukai, entah kenapa.
Suatu malam tanpa sadar ku lihat langit, ribuan bintang
terpapar indah di hadapanku.
Ya….entah sudah ribuan malam kulewatkan tanpa melihat
indahnya bintang di langit, tepatnya mata ini tak pernah kulayangkan melihat ke
langit....poor me**)
Dan waktu….lagi-lagi ia menawarkan segenap ragu, seperti air yg kemudian menawarkan dahaga.
Seperti bintang yg menerangkan gelapnya malam, dan seperti
pelangi yg menghiasi langit mendung setelah turunnya hujan.
“Hati tak boleh dipaksa untuk berteduh, dia akan terus
berjalan mencari persinggahan terbaiknya”
Lagi-lagi ini tentang waktu….!!!
Tiada jaminan waktu untuk
menggenapi sebuah spasi, seperti bahagia yg tak bisa dijanjikan olehnya.
Bukan waktu yg menjanjikan kebahagiaan, tetapi rencana Tuhan
yg tak terduga adalah untuk menjadikan kita bahagia.
Bismillah,,,
Kemudian….aku telah meletakkan dan mempercayakan hatiku pada
persinggahanku,
Yg akan meneduhkanku di kala terik matahari begitu menyengat
dan di saat hujan lebat mengguyur.
Yg akan menopang pertahananku di saat angin kencang bertiup,
dan membatuku kembali berdiri di saat ku terjatuh.